Bertemu Ahmad Yunus

Berbagi bersama Ahmad Yunus

Berbagi bersama Ahmad Yunus

Kamis 16 Juni 2016, Kelas Menulis Kepo dapat kesempatan untuk bertemu dengan Ahmad Yunus, seorang jurnalis yang pernah melakukan perjalanan gila keliling Indonesia. Obrolan berlangsung hangat di Kofie Huis, kompleks ruko Pasar Segar, Makassar.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Yunus yang berasal dari Bandung ini memulai diskusinya dengan bercerita tentang perjalanan gilanya. Antara tahun 2009-2010, Ahmad Yunus bersama Farid Gaban melakukan perjalanan menjelajahi Indonesia, mendatangi pulau-pulau kecil dan terluar.

Selain menceritakan pengalamannya selama melakukan perjalanan panjang tersebut, Ahmad Yunus juga membagikan tips menulis perjalanan. Menurutnya, perjalanan panjang harus didokumentasikan sesering mungkin dalam bentuk catatan harian.

Deskripsi dalam tulisan itu penting, kata Ahmad Yunus

Deskripsi dalam tulisan itu penting, kata Ahmad Yunus

“Jadi dalam perjalanan kemarin saya memaksa diri untuk selalu membuat catatan pendek di waktu senggang, seperti saat ngopi bersama kenalan atau warga yang saya jumpai” ujarnya.

Menurutnya catatan harian ini penting untuk memudahkan kita saat hendak memulai tulisan ataupun cerita perjalanan yang lebih dalam setelah melakukan perjalanan panjang. Selain membuat catatan harian ia juga menekankan pentingnya memasukkan detail dalam sebuah tulisan. Detail yang dalam dan deskriptif menurutnya hanya bisa didapatkan melalui pengamatan yang detail terhadap suasana atau keadaan sekitar.

“Hal-hal ini yang saya terapkan saat melakukan perjalanan kemarin sehingga bisa menjadi sebuah buku Meraba Indonesia,” tutur penulis yang pernah menjadi wartawan di beberapa media online ini.

Diskusi makin hangat dengan munculnya beberapa pertanyaan dari para peserta kelas Menulis Kepo yang penasaran. Pertanyaan yang diajukan tentu saja seputar teknis penulisan seperti teknik wawancara, membuat deskripsi dan menyusun paragraf.

Kelas Menulis Kepo sendiri bukan hanya konsen di penulisan tetapi juga memberikan materi fotografi kepada para pesertanya. Kelas yang bersifat gratis ini dibuka untuk umum namun tetap melalui sebuah seleksi. Pertemuan kelas dihelat setiap pekan dengan kurikulum yang sudah dibuat. Sampai saat ini Kelas Menulis Kepo sudah membuat kelas sebanyak tiga angkatan.

Selain Ahmad Yunus, penulis lain yang juga pernah membagikan ilmunya di Kelas Menulis Kepo adalah Khrisna Pabichara dan Maman Suherman selain beberapa penulis lokal lainnya.

Inisiasi beberapa pegiat komunitas di Makassar untuk sama-sama belajar menulis
Posted in Catatan and tagged , .

Kelas Kepo

Inisiasi beberapa pegiat komunitas di Makassar untuk sama-sama belajar menulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *