Mencari Ide dan Sudut Pandang Dalam Menulis

Kelas Kepo

Pertemuan kedua Kelas Menulis Kepo Angkatan III

Pertemuan kedua Kelas Menulis Kepo angkatan III akhirnya digelar di hari Jumat 8 April 2016. Pada pertemuan kedua ini, materi yang dibawakan adalah mencari ide dan sudut pandang dalam menulis. Kak Anchu atau akrab disapa kak Lebug bertindak sebagai pengantar, sekaligus membagikan tips dan trik dalam mencari ide dan sudut pandang.

Menurutnya, mencari ide seharusnya tidak pernah jadi masalah bagi semua penulis atau blogger. Ide untuk menulis ada di sekitar kita, dari pengalaman, keresahan, gosip denga teman, cerita orang di samping, berita atau tren yang sedang hangat dan banyak lagi. Sesungguhnya menurutk kak Lebug, semua hal itu adalah bahan mentah atau ide untuk meramu sebuah tulisan.

Hal yang kadang menjadi masalah adalah bagaimana mengolah ide itu sehingga bisa menjadi sebuah tulisan atau kata lainnya bagaimana memulainya?

Hal lain yang kemudian menjadi pertanyaan adalah bagaimana ide itu bisa ditulis dengan sudut pandang yang berbeda? Inilah tantangannya. Sudut pandang berbeda dalam sebuah tulisan memang sangat memengaruhi kualitas sebuah tulisan. Sebuah tulisan dengan sudut pandang yang berbeda tentu akan sangat menarik dibanding tulisan-tulisan yang sama dengan sudut pandang yang sama.

Salah satu contoh sudut pandang yang berbeda adalah tulisan dari kak Lebug berjudul: Sonya, Cermin Diri Kita Sehari-hari. Tulisan itu mengambil sudut pandang yang berbeda dari tulisan lain tentang Sonya Depari, siswi SMA yang mendadak terkenal dan jadi korban risak setelah membentak seorang perwira polisi di jalan raya. Ketika semua orang sibuk mengomentari tentang risakan (bully) yang terjadi pada Sonya hingga bapaknya meninggal dunia, kak Lebug malah membahas tentang ihwal kejadian itu. Sonya yang mengaku-ngaku anak jenderal itu menurutk kak Lebug sesungguhnya hanya mencontoh sebagian masyarakat kita yang suka membawa-bawa nama pejabat atau orang penting untuk melancarkan urusan.

Sudut pandang yang dipilih oleh kak Lebug adalah sudut pandang yang berbeda dari sekian banyak tulisan tentang Sonya. Kemampuan memilih sudut pandang itu tentu saja tidak muncul seketika, tapi diasah dalam waktu yang panjang. Penulis harus mampu dan mau berusaha keras mencari sudut pandang berbeda tentang sebuah tema atau ide. Apalagi ketika ide itu sudah sangat umum dituliskan orang.

Ilustrasi

Ilustrasi

Kadang kita kehilangan kemampuan untuk melihat detail atau sudut pandang berbeda ketika sebuah tema sudah kita anggap sebagai sesuatu yang biasa dan kita temui setiap hari. Misalnya ketika salah seorang peserta kelas menulis bernama Dandi diminta untuk menulis tentang komuntias Makassar Berkebun. Dengan ringan dia menjawab, “Mau menulis apa lagi? Orang semua sudah tahu tentang Makassar Berkebun.”

Jawaban itu hadir tentu karena dia adalah pegiat dan akrab dengan Makassar Berkebun sehingga merasa dia tahu segala hal tentang itu. Anggapannya kemudian disamaratakan seolah-olah semua orang seperti itu, padahal tentu saja tidak. Tidak semua orang tahu apa itu Makassar berkebun.

Untuk itulah, dalam mengolah sebuah ide menjadi sangat penting bagi kita untuk sedikit “menjauh”, melihat ide itu dari jauh dan berpikir tak ada seorang pun yang tahu tentang ide itu. Dari sana kita bisa melihat sudut pandang mana yang menarik untuk dituliskan. Ketika berhasil melihat sudut pandang yang berbeda, kita harus kembali mendekat dan meneliti semua detail yang tentu akan menambah kaya sebuah tulisan.

Dengan metode seperti itu, sebuah tulisan akan jadi lebih bernas. Ditulis dengan sudut pandang berbeda, tapi tetap mengangkat detail yang perlu. Selamat menulis! Jangan lupa untuk terus berusaha mencari sudut pandang berbeda dari sebuah tulisan.

Inisiasi beberapa pegiat komunitas di Makassar untuk sama-sama belajar menulis
Posted in Catatan and tagged , , .

Kelas Kepo

Inisiasi beberapa pegiat komunitas di Makassar untuk sama-sama belajar menulis

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *