Menemani Siswa Highfield di Puntundo

Adek-adek dari SMA Highfield

Adek-adek dari SMA Highfield

Senin tanggal 3 Oktober 2016 hingga Kamis 6 Oktober 2016, tiga orang personil Kepo Initiative mendapat kepercayaan untuk menemani siswa Highfield Secondary School Jakarta yang melakukan excursion atau darma wisata ke Dusun Puntondo, desa Laikang, Kecamatan Mangara Bombang, Kabupaten Takalar.

Awalnya kak Anchu alias Lelaki Bugis yang pertama diajak, lalu dia juga mengajak Daeng Ipul dan kemudian mengajak Kak Feri untuk ikut menemaninya. Tujuan ketiganya adalah untuk mendapingi adik-adik dari SMA Highfield itu yang akan membuat dokumentasi dalam bentuk tulisan, foto dan video perihal pengalaman mereka hidup bersama warga selama dua hari.

Senin sekitar pukul 16:00 rombongan tiba di Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Puntondo yang akan jadi tempat utama excursion. Setelah penjelasan singkat dari pihak PPLH dan pendamping, anak-anak kelas 11 dan 12 lalu diantar ke rumah-rumah warga tempat mereka akan tinggal selama dua hari. Sementara siswa kelas 10 tetap berada di PPLH Puntondo untuk ikut menjalani program yang sudah dibuat oleh pihak PPLH Puntondo.

Anak-anak kelas 11 dan 12 dibagi ke dalam delapan kelompok yang tinggal di delapan rumah milik warga. Mereka diharapkan bisa menyesap pengalaman hidup sebagai warga pesisir, termasuk menjalani aktivitas bersama warga dan tentu saja hidup dalam fasilitas yang mungkin berbeda dengan apa yang mereka miliki di Jakarta.

Anak-anak itu ternyata begitu antusias. Keesokan harinya ketika mereka semua dikumpulkan untuk berbagi temuan, terungkap kalau di pagi hari rata-rata dari mereka benar-benar menjalani hidup sebagai warga pesisir. Ada yang ikut memberi makan lobster, mencari ikan, menanam mangrove, mencari kerang, mengikat rumput laut yang akan dikembangbiakkan dan menjemur rumput laut.

Mereka tidak ragu-ragu menjalani semua kegiatan itu, bahkan beberapa siswa saking totalnya sampai terlihat seperti warga lokal.

Semua temuan itu lalu didiskusikan dan dirancang ke dalam kerangka untuk membuat tulisan, photo story dan video. Karena waktu yang mepet dan beberapa kesalahan koordinasi, teman-teman Kepo Initiative tidak bisa total mendampingi adik-adik SMA Highfield. Mereka hanya memberi arahan singkat dan sedikit teori membuat tulisan, photo story dan video.

Malam berbagi temuan

Malam berbagi temuan

Namun, rupanya anak-anak SMA Highfield itu bisa menangkap dengan baik apa yang diberikan. Dengan cepat mereka bisa membuat tulisan, photo story dan video dengan kualitas yang lumayan. Hal itu terlihat di malam terakhir ketika setiap kelompok diminta untuk memamerkan hasil kerja mereka. Setiap kelompok bertugas untuk membuat tulisan, photo story dan video. Mereka ternyata berhasil, membuat tulisan yang runut dan nyaman dibaca meski masih ada sedikit kekurangan, menghasilkan photo story yang sudah mematuhi aturan-aturan dasar fotografi dan menciptakan video yang bercerita.

Anak-anak itu bisa menuangkan dengan baik pengalaman mereka selama dua malam menginap bersama warga. Di acara perpisahan pun mereka bisa bercerita tentang nilai-nilai apa yang mereka dapatkan selama menjalani pengalaman baru itu.

Sungguh sebuah pengalaman yang menyenangkan, bukan hanya mereka yang belajar tapi juga teman-teman dari Kepo Initiative.

Vlog dari Daeng Ipul tentang kegiatan di PPLH Puntondo

Inisiasi beberapa pegiat komunitas di Makassar untuk sama-sama belajar menulis
Posted in Catatan and tagged , .

Kelas Kepo

Inisiasi beberapa pegiat komunitas di Makassar untuk sama-sama belajar menulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *