Tulisan-Tulisan Terpilih Dari Angkatan Kedua

Suasana

Suasana

Kelas Menulis Kepo sebentar lagi akan memasuki akhir dari angkatan kedua. Angkatan kedua ini memang sedikit berbeda dari angkatan sebelumnya karena di angkatan kedua ini sistim sudah lebih tertata rapi. Jika di angkatan pertama semua berjalan apa adanya dan spontan, maka di angkatan kedua ini kurikulum sudah dicanangkan dari awal. Pertemuan pun digelar secara rutin sekali sepekan. Di akhir pertemuan selalu ada tugas yang harus diselesaikan oleh para peserta.

Dari sekian banyak tulisan yang disetor para peserta, berikut ini adalah tulisan-tulisan pilihan dari peserta angkatan kedua yang sempat menjadi Tulisan Terbaik Pekan Ini ataupun sempat menjadi perbincangan di antara para peserta dan penjaga kelas.

Mencuri Ide Dari Lelaki Bugis; oleh Ismail

Tulisan ini sempat menjadi Tulisan Terbaik Pekan Ini di pekan kedua. Ismail mampu memilih tema yang biasa menjadi sebuah bahan untuk dituliskan. Dari tulisannya terlihat kepekaannya menangkan ide-ide tulisan yang berseliweran di sekitar kita. Tulisan ini sekaligus sesuai dengan salah satu materi Kelas Menulis Kepo, yaitu: mencari ide tulisan.

Perempuan Tidak Pernah Salah; oleh Dwiya

Di antara semua peserta Kelas Menulis Kepo angkatan kedua, Dwiya adalah yang paling beda. Wanita yang satu ini memang lebih tertarik ke tulisan bergenre fiksi. Karena itu tulisannya memang lebih banyak bernada fiksi. Salah satu tulisannya yang sempat terpilih sebagai Tulisan Terbaik Pekan Ini adalah tulisan tentang perempuan yang dianggap mampu menghadirkan jawaban-jawaban tentang pertanyaan: kenapa perempuan tidak pernah salah dalam sebuah cerita fiksi.

Semua Luka Pasti Sembuh; oleh Bruww

Tulisan ini terpilih sebagai Tulisan Terbaik Pekan Keempat. Bruw yang profesi aslinya seorang dokter dianggap mampu membuat tulisan yang renyah dan mudah diterima oleh orang awam, padahal tema yang diangkatnya adalah seputar dunia medis. Sayang petualangan Bruww di Kelas Menulis Kepo harus terhenti di tengah jalan karena kesibukannya.

Kota Yang Layak Untuk Adi; oleh Ifah

Salah satu tugas yang cukup berat bagi peserta Kelas Menulis Kepo adalah menulis tentang sebuah fenomena di sekitar yang ditulis minimal 1000 kata. Tulisan harus berisi wawancara dan referensi ilmiah. Inilah saatnya para peserta meningkatkan kemampuan mereka. Di antara para peserta, akhirnya tulisan Ifah berhasil terpilih menjadi Tulisan Terbaik Pekan Ini. Kelebihannya adalah di bagian wawancara, Ifah sampai mengikuti si subyek cerita sampai ke sekolahnya. Sebuah usaha yang sangat patut diberi apresiasi lebih.

Selain tulisan-tulisan terpilih di atas, setidaknya ada satu tulisan lagi yang cukup menarik perhatian. Meski tidak terpilih sebagai Tulisan Terbaik Pekan Ini, tapi tulisan milik Syahri Yunita atau akrab disapa Nyung atau Mambiz ini dianggap menarik karena idenya.

Dalam tulisan berjudul: Belajar Arsitek Dari Syahrini itu, Nyung mampu menuliskan sebuah cerita yang sebenarnya biasa dan sering luput dari perhatian tapi ternyata menarik. Nyung yang berlatar arsitek mampu memberikan pelajaran-pelajaran dasar arsitek melalui fenomena seorang artis seperti Syahrini.

Itulah sebagian tulisan pilihan dari peserta angkatan kedua Kelas Menulis Kepo. Selain mereka tentu saja masih ada tulisan-tulisan lain yang tak kalah bagusnya, terutama sejak pekam keenam ketika materi sudah semakin intens dan padat.

Sekarang kami sedang menunggu tugas terakhir dari para peserta, tugas yang sekaligus menerapkan semua materi yang sudah diperoleh dari pekan pertama hingga pekan terakhir.

Inisiasi beberapa pegiat komunitas di Makassar untuk sama-sama belajar menulis
Posted in Catatan and tagged , .

Kelas Kepo

Inisiasi beberapa pegiat komunitas di Makassar untuk sama-sama belajar menulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *