Workshop Dua Hari Bersama Pangkep Initiative

Bersama panitia dan sebagian peserta

Bersama panitia dan sebagian peserta

Dunia berubah sangat cepat, dalam sekira dua dasawarsa terakhir ini pola media dan komunikasi menjadi sangat berbeda. Kalau sebelumnya warga hanya menjadi target media dengan pola komunikasi satu arah, maka sekarang dengan bantuan internet semua orang bisa membuat medianya sendiri dengan pola komunikasi dua arah.

Perubahan ini direspon banyak orang. Berbondong-bondonglah orang mempelajari kemampuan membuat berita, entah dengan tulisan, foto maupun video. Istilah kerennya menjadi jurnalis warga atau citizen journalism. Kemampuan mendokumentasikan sebuah kegiatan atau peristiwa dipercaya sebagai bagian dari mengambil peran di jaman berubahnya media dan pola komunikasi.

Hal itulah yang menjadi salah satu bagian pengantar di acara Workshop Media Communication yang digelar di kota Pangkajene Kepulauan (Pangkep) selama dua hari, 14-15 Mei 2016. Mengambil tempat di lantai dua gedung perpustakaan dan arsip daerah Pangkep, acara yang merupakan inisiatif dari Pangkep Initiative bekerjasama dengan Kelas Menulis Kepo ini dihadiri oleh 25 peserta. Mereka berasal dari berbagai kalangan, dari siswi SMP, SMA, mahasiswa hingga karyawan swasta.

Acara dibuka dengan sesi perkenalan, termasuk menyegarkan kembali tentang maksud dari penyelenggaraan acara selama dua hari tersebut. Dalam waktu dua hari, ada empat materi yang dibawakan yaitu; dasar-dasar menulis non fiksi, dasar-dasar fotografi, dasar-dasar videografi dan ditutup dengan etika media sosial.

Dalam materi dasar-dasar menulis non fiksi, Daeng Ipul sebagai pembawa materi mencoba berbagi tentang pentingnya menulis. Selain sebagai media komunikasi dan dokumentasi, Daeng Ipul yang sehari-harinya adalah blogger itu juga menegaskan kalau menulis bisa jadi terapi yang menyenangkan sekaligus membuat otak tidak berkarat.

Daeng Ipul membagikan beberapa dasar materi menulis non fiksi, termasuk bagaimana membuat sebuah deskripsi dalam tulisan serta bagaimana membuat kerangka dalam tulisan. Kegunaan kerangka dalam tulisan adalah untuk membantu penulis lebih fokus dan tahu apa-apa saja yang akan dituliskannya.

Sesi hari terakhir yang dimulai jam 15:00 WITA diakhiri dengan sesi review tulisan para peserta. Sebelum acara, para peserta diminta untuk membuat tulisan terlebih dahulu untuk memetakan kemampuan mereka sekaligus menangkap harapan mereka terhadap acara tersebut.

Hari Kedua.

Workshop hari kedua dimulai pukul 09:30 WITA, Iqbal Lubis yang sehari-harinya bertugas sebagai fotografer profesional membawakan materi dasar-dasar fotografi. Iqbal Lubis menerangkan tentang materi EDFAT yang dianggapnya sangat membantu mempermudah pekerjaannya sebagai fotografer di sebuah media nasional.

EDFAT yang dimaksud Iqbal adalah sebuah metode yang merupakan singkatan dari Entire, Detail, Frame, Angle dan Time. Dalam menghasilkan sebuah photo story atau foto bercerita, Iqbal menggunakan metode tersebut. Hasilnya, sebuah photo story yang lebih kuat bercerita.

Sedikit dokumentasi acara selama dua hari

Sedikit dokumentasi acara selama dua hari

Setelah sesi dasar fotografi selesai dan istirahat siang tuntas, tibalah giliran Ardian Adwijaya atau akrab disapak Iyan yang memberikan materi videografi. Meski berprofesi sebagai perawat dan pengajar namun Iyan juga seorang pehobi video. Dia membagikan beberapa teori dasar videografi, dari angle (sudut) sampai teknik pengambilan gambar. Sayangnya karena waktu yang sempit, Iyan tidak bisa berbagi tentang teknik editing video.

Berikutnya Mansyur Rahim atau kerap disapa Lebug menutup sesi workshop dengan materi tentang etika media sosial. Menurutnya media sosial dan dunia maya sama saja dengan dunia nyata, ada etika yang harus dipatuhi agar semua interaksi tetap nyaman dan aman. Selain itu, pengguna media sosial juga bisa terhindar dari segala macam sangkutan hukum yang mungkin menjerat.

Di akhir acara digelar secara singkat review atau membahas kembali tulisan beberapa peserta yang dibuat sehari sebelumnya. Tulisan dengan tema Pangkep adalah tugas yang diberikan oleh Daeng Ipul kepada para peserta. Hanya ada lima tulisan yang ditinjau kembali, menurut Daeng Ipul sendiri tulisan-tulisan tersebut sudah cukup nyaman dibaca, memang ada kesalahan kecil dan kekurangan, tapi dengan latihan teratur tulisan-tulisan itu bisa menjadi tulisan yang lebih baik.

“Menulislah tentang Pangkep. Selama ini saya dan mungkin orang-orang lain di luar Pangkep hanya tahu tentang sop saudara atau pulau-pulau di Pangkep. Padahal pasti banyak sekali hal yang bisa diceritakan tentang Pangkep,” kata Daeng Ipul. “Sebagai orang Pangkep, tuliskan sebanyak-banyaknya tentang Pangkep, ceritakan kepada dunia tentang Pangkep,” lanjutnya lagi.

Pukul 17:00 WITA akhirnya acara ditutup dengan resmi. Terima kasih sebesar-besarnya kepada teman-teman Pangkep Initiative yang sudah mempercayakan Kelas Menulis Kepo untuk berbagi selama dua hari di Pangkep. Semoga materi yang dibagikan selama dua hari itu bisa berguna.

Mari kita tunggu munculnya tulisan-tulisan lain tentang Pangkep!

Inisiasi beberapa pegiat komunitas di Makassar untuk sama-sama belajar menulis
Posted in Catatan and tagged , , , .

Kelas Kepo

Inisiasi beberapa pegiat komunitas di Makassar untuk sama-sama belajar menulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *