Workshop Menulis Bersama Anak Muda Bone

Suasana workshop

Suasana workshop

Bone adalah sebuah kabupaten yang punya peranan besar dalam sejarah Sulawesi Selatan. Di abad ke-16, bersama Gowa dan Luwu, Bone adalah salah satu kerajaan terbesar yang menentukan sejarah provinsi ini ke depannya. Sampai sekarang pun, Bone yang berjarak sekira 170 km sebelah timur laut kota Makassar masih termasuk salah satu kabupaten yang punya peranan penting buat Sulawesi Selatan.

Sabtu dan Minggu, 30-31 Juli 2016, Kelas Menulis Kepo mendapat kehormatan diundang untuk membawakan materi di acara Workshop Menulis yang diadakan oleh teman-teman dari rumah baca Buku Philosophia, Watampone. Acara yang bersifat gratis ini diikuti 20 orang peserta, sebagian besar adalah siswa SMA dan mahasiswa.

Ada empat orang perwakilan dari Kelas Menulis Kepo yang membawakan materi. Ada kak Anchu alias Lelaki Bugis yang membawakan materi tentang internet dan media sosial, lalu ada Daeng Ipul yang membawakan materi menulis dan blogging, Iqbal Lubis yang membawakan materi dasar-dasar fotografi dan terakhir Feri Pebriari yang membawa materi optimasi blog dan etika blogging.

Hari pertama acara dibuka pukul 15:00 WITA. Dimulai dengan perkenalan tentang internet, media sosial dan jurnalisme warga oleh kak Anchu. Dalam materinya, pria berbadan gempal dengan rambut keriting gondrong ini memaparkan perkembangan internet, media sosial dan alasan kenapa kita harus mengambil peran sebagai jurnalis warga.

Setelah itu Daeng Ipul mencoba meninjau tulisan peserta yang sebelumnya memang sudah diminta oleh panitia. Tinjauan hanya dilakukan sepintas, sekadar mencari tahu kemampuan menulis para peserta. Di antara peserta, beberapa ada yang memang sudah sering menulis sementara lebih banyak yang belum terbiasa.

Materi hari pertama ditutup dengan penjelasan tentang apa itu blog dan apa gunanya ngeblog yang disampaikan oleh Daeng Ipul.

Hari kedua yang dimulai pukul 09:00 WITA dibuka dengan materi seputar tips dan trik menulis oleh Daeng Ipul. Dalam materinya pemilik blog daenggassing.com ini memberikan tips yang didapatkannya dari pengalaman hampir 10 tahun menjadi blogger.

Setelah materi Daeng Ipul, selanjutnya Iqbal Lubis yang merupakan seorang jurnalis foto membawakan materi dasar-dasar fotografi. Metode yang dibawakannya adalah metode EDFAT yang merupakan panduan dasar untuk menghasilkan sebuah karya foto yang menarik. Fotografi dianggap penting untuk menyempurnakan kemampuan menulis, utamanya di blog pribadi.

Selepas makan siang, acara dilanjutkan dengan tinjauan tulisan yang merupakan tugas para peserta sehari sebelumnya. Kak Anchu meninjau beberapa tulisan peserta, memberi masukan dan koreksi untuk kesalahan-kesalahan penulisan dan memberi semangat untuk terus meningkatkan kemampuan menulis para peserta. Setelahnya, kak Anchu memaparkan etika-etika media sosial yang tujuannya agar para peserta bisa menggunakan media sosial secara bijak dan mengambil banyak keuntungan darinya.

Materi terakhir yang dibawakan oleh Kelas Menulis Kepo adalah tentang optimasi blog dan etika blogging oleh Feri Pebriari. Feri memberikan tips bagaimana supaya blog bisa dikunjungi orang, salah satunya adalah dengan menjaga konsistensi pemuatan artikel dan memilih tampilan yang sederhana dan tidak terlalu ramai.

Foto bersama

Foto bersama

Rangkaian acara selama dua hari itu ditutup dengan foto bareng bersama semua peserta dan pemateri. Harapan teman-teman Kelas Menulis Kepo agar workshop ini tidak berakhir sampai di sini saja, semoga para peserta bisa memupuk keinginan untuk terus menulis dan menjaga konsistensinya.

Karena menulis sangat banyak gunanya.

Video perjalanan ke Bone oleh Daeng Ipul:

Inisiasi beberapa pegiat komunitas di Makassar untuk sama-sama belajar menulis
Posted in Catatan and tagged , .

Kelas Kepo

Inisiasi beberapa pegiat komunitas di Makassar untuk sama-sama belajar menulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *