Bagaimana Menyusun Paragraf?

bagaimana-menyusun-paragraf-struktur-paragraf1

Paragraf adalah elemen penting dalam sebuah tulisan. Paragraf adalah sepotong tulisan yang terdiri dari beberapa kalimat. Serupa batu bata, paragraf membentuk sebuah bangunan utuh berupa tulisan. Setiap paragraf adalah argumen mandiri logis, berdiri sendiri dan dirangkai untuk membentuk tulisan yang utuh.

Sebuah paragraf harus selalu memiliki kalimat yang lengkap, benar, dan ringkas. Selain itu, harus mudah dibaca dan tersusun dengan baik. Paragraf itu sendiri harus fokus pada satu tema, subjek atau ide sentral. Untuk memahami apa itu paragraf dan bagaimana menulis paragraf, anda perlu tahu bagaimana membangun sebuah paragraf.

Sebuah paragraf harus mengandung beberapa elemen struktur;

  1. Sebuah Topik, Ide atau Kalimat Utama. Kalimat yang berisi ide-ide atau topik yang bisa memancing atau memotivasi pembaca untuk terus membaca.
  2. Poin Utama. Poin yang menyajikan bukti, dukungan atau penjelasan pada topik atau kalimat utama
  3. Poin Kedua. Biasanya menyajikan alasan-alasan atau rincian-rincian mengapa kita menyajikan kalimat topik utama.
  4. Poin Ketiga. Poin ini membantu membuktikan kalimat topik atau mendukung poin kedua.
  5. Kesimpulan/Penutup. Ringkasan poin utama atau ide-ide dan biasanya melengkapi topik tulisan.

 

Biasanya paragraf dimulai dengan kalimat topik atau sebuah ide. Kalimat topik harus menarik dan deskriptif untuk memancing pembaca untuk terus membaca tulisan kita. Kalimat topik diikuti dengan poin utama pertama, kedua, atau ketiga dan kemudian rincian ditambahkan di antara setiap poin untuk menjelaskan ide itu sepenuhnya. Setelah satu ide atau konsep dijelaskan, paragraf tersebut diarahkan pada kesimpulan dengan menyimpulkan poin utama atau membuat transisi ke paragraf berikutnya.

Tuliskan apa yang anda ingin sampaikan pada pembaca. Ketika anda memulai, anda akan membuat paragraf pengantar dimana anda menyajikan gambaran singkat. Kalimat anda harus cukup ringkas dan memberikan gambaran pada pembaca tentang apa yang bisa mereka dapatkan dalam tulisan. Pada paragraf pertama, anda menjelaskan apa yang akan anda tulis.

Anggaplah anda sedang berbicara pada seorang teman, bukan sedang menulis. Tidak sekadar menyemburkan gumpalan informasi begitu saja, anda butuh kalimat peralihan atau transisi menuju poin selanjutnya. Ada banyak contoh kalimat transisi semisal; “seperti yang anda lihat,” “hal lain adalah,” dan lain-lain. Begitu banyak kalimat transisi, tinggal bagaimana anda menemukannya.

Setelah mengungkapkan ide-ide anda dan semua poin-poin pendukungnya dalam beberapa paragraf, anda memerlukan paragraf penutup. Anda dapat memulai paragraf akhir dengan “dalam kesimpulan,” “dengan kata lain,” atau kalimat apa saja sesuai dengan keinginan anda.

Ide kalimat atau paragraf penutup biasanya adalah kesimpulan yang mengulang kata-kata ide utama yang anda tuliskan pada paragraf sebelumnya. Kesimpulan biasanya ditemukan pada artikel ilmiah. Paragraf penutup tidak harus berisi kesimpulan. Bisa jadi anda mengakhiri tulisan dengan mengajukan sebuah pertanyaan atau ide baru.

Satu hal yang perlu diingat, Hindari paragraf dan kalimat yang panjang.  Beri ruang pada pembaca untuk mengambil jeda dan bernafas ketika membaca tulisan anda. Sebaiknya paragraf anda tidak melebihi empat atau lima baris. Begitu pun dengan kalimat. Usahakan lengkap, ringkas dan jelas.

Semua penulis membutuhkan latihan yang terus menerus sebelum mereka menemukan gaya mereka. Menulis paragraf sebenarnya adalah hal paling mendasar dalam menulis apapun. Jadi, mari menemukan cara untuk menemukan cara menulis paragraf yang baik sesuai dengan gaya kita masing-masing.

 

 

 

Tulisan ini disalin dari laman aslinya di sini. Ditulis oleh Lelaki Bugis.

Inisiasi beberapa pegiat komunitas di Makassar untuk sama-sama belajar menulis
Posted in Tips.

Kelas Kepo

Inisiasi beberapa pegiat komunitas di Makassar untuk sama-sama belajar menulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *