Membuat Outline dan Menyusun Paragraf

kelas kepo

Dalam membuat sebuah tulisan- apalagi yang bergenre jurnalisme- sebuah outline atau kerangka tulisan menjadi sangat penting. Kerangka tulisan ini berguna untuk menentukan alur penulisan, mengikat tulisan dan membuat tulisan tetap pada fokus yang diinginkan.

Dalam rangka mempelajari cara membuat kerangka tulisan dan menyusun paragraf, Kelas Menulis Kepo mendatangkan Eko Rusdianto di pertemuan keempat, Sabtu 9 Januari 2016 yang bertempat di Cafe Baca Jln. Adhyaksa.

Eko Rusdianto adalah mantan wartawan majalah Gatra yang sekarang fokus menjadi wartawan lepas di berbagai media cetak dan daring. Beberapa di antaranya adalah Historia, Mongabay dan Pindai. Malam itu Eko Rusdianto membuka sesi berbagi dengan menceritakan beberapa pengalamannya selama menulis.

Dalam membuat sebuah tulisan, pria yang akrab disapa Eko ini mencoba membagi dalam beberapa bagian seperti berikut:

Bagian I (Wawancara)

Di bagian ini Eko akan mengumpulkan semua data yang bisa didapat dari narasumber utama, maupun narasumber pendukung yang sesuai dengan tema yang akan ditulisnya. Semua transkrip wawancara maupun coretan di buku dikumpulkannya lalu coba disusun dalam beberapa paragraf.

Bagian II (Deskripsi)

Di bagian ini Eko akan coba menuliskan deskripsi dan suasana yang mendukung tulisannya. Deskripsi bisa diambil dari kejadian dan suasana ketika wawancara dilakukan, bisa juga deskripsi atau suasana ketika kejadian utama dalam tulisan itu terjadi. Dalam membuat deskripsi yang bagus, semua indera harus dilibatkan, entah penglihatan, pendengaran, penciuman hingga yang disentuh oleh kulit. Deskripsi sangat berguna untuk mendukung suasana dalam sebuah tulisan dan menjadikannya lebih hidup.

Bagian III (Referensi)

Di bagian ini beragam referensi dikumpulkan untuk menguatkan data tulisan. Referensi bisa dari buku, makalah atau tulisan di website. Hal terpenting adalah referensi tersebut bisa dipertanggungjawabkan di kemudian hari.

Setelah semua bagian sudah terpenuhi dan sudah ditumpahkan ke paragraf maka mulailah paragraf disusun. Penulis punya hak untuk menentukan sendiri bagian mana yang akan ditaruh di bagian awal, tengah dan akhir tulisan. Semakin sering menulis maka kepekaan untuk menentukan urutan paragraf akan lebih terasah.

Hal lain yang ditekankan oleh Eko dalam membuat tulisan adalah; alasan dalam membuat tulisan tersebut. Akankah tulisan itu berguna untuk orang lain? Logikanya sebuah tulisan yang dikerjakan dengan effort yang besar tentu sayang jika ternyata tidak berguna bagi orang banyak.

Sebelum memulai tulisan Eko juga mengaku sudah punya hipotesa awal. Dari hipotesa itu dia berangkat dengan membayangkan susunan tulisan yang akan dia kerjakan serta siapa saja narasumber atau referensi yang dia butuhkan.

Soal narasumber dia juga menenankan bahwa tulisan yang baik adalah tulisan yang memiliki narasumber lebih dari tiga, bahkan dia menetapkan jumlah narasumber yang baik adalah minimal lima. Narasumber bisa berupa wawancara lanngsung, bisa juga berupa kutipan dari tulisan orang lain yang mendukung tulisan yang kita buat.

Wawancara

Sebagai tambahan materi malam itu, bapak satu anak itu juga membagikan tips dan triknya melakukan wawancara dengan narasumber. Menurutnya sebagai penulis kita memang harus punya insting untuk menentukan siapa yang akan diwawancarai dan bagaimana metode mendekati narasumber. Tidak semua narasumber bisa diwawancarai dengan gampang, kadang penulis terpaksa menembus beberapa lingkaran luar sebelum tiba kepada narasumber utama yang akan diwawancarai.

Eko juga mengingatkan bahwa untuk mewawancarai seseorang sebaiknya tidak memberikan pertanyaan tertutup seperti; Apakah Anda sudah lama bekerja di sini? Pertanyaan seperti ini akan diakhiri dengan iya atau tidak. Pertanyaan tersebut bisa diganti dengan; sudah berapa lama Anda bekerja di sini?

Ketika menemukan narasumber yang sulitpun, Eko memberi tips supaya kita mengatakan terus terang siapa kita dan apa maksud kita mewawancarai mereka. “Bilang saja; saya penulis dan saya mau menulis kisah Anda.” Katanya.

Sesi berbagi dari Eko Rusdianto berlangsung kurang lebih dua jam, ada banyak ilmu yang dibagikan pria ramping beranak satu ini. Ilmu tersebut kemudian jadi bahan tugas bagi peserta Kelas Menulis Kepo di minggu keempat. Kita nantikan hasil tulisan mereka di minggu depan.

Inisiasi beberapa pegiat komunitas di Makassar untuk sama-sama belajar menulis
Posted in Tips and tagged , .

Kelas Kepo

Inisiasi beberapa pegiat komunitas di Makassar untuk sama-sama belajar menulis

One Comment

  1. Senang rasanya bisa membaca artikel membuat outline dan menyusun paragraf di atas. Ini sama saja dengan belajar menulis online. Mungkin karena artikel mudah dicerna kali ya?

    Terima kasih Kelas Kepo atas sharing-nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *