Panduan Penulisan Kata Turunan

turunan

Berikut ini adalah panduan bagaimana menuliskan kata turunan atau kata yang mendapatkan imbuhan, awalan atau akhiran

  1. Imbuhan (awalan dan akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasarnya.

Misalnya:
bergetar
dikelola
penetapan
menengok
mempermainkan

  1. Jika bentuk dasar berupa gabungan kata, awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya.

Misalnya:
berlipat ganda
bertanggung jawab
sebar luaskan
tanda tangani
penanda tangan

  1. Gabungan kata yang mendapat awalan dan akhiran sekaligus ditulis serangkai.

Misalnya:
menggarisbawahi
pertanggungjawaban
dilipatgandakan
menyebarluaskan

  1. Jika salah satu unsur gabungan kata hanya dipakai dalam kombinasi, gabungan kata itu ditulis serangkai.

Misalnya:
adipati
aerodinamika
antarkota
anumerta
audiogram
bikarbonat
biokimia
dekameter
demoralisasi
ekstrakurikuler
elektromagnetik
infrastruktur
inkonvensional
introspeksi
mahasiswa
mancanegara
narasumber
nonkolesterol
paripurna
poligami
pramuniaga
prasangka
purnawirawan
reinkarnasi
semiprofesional
subseksi
swadaya
televisi
tunasusila
transmigrasi
ultramodern

Begitu juga kata eka, dwi, tri, catur, dan seterusnya.
Misalnya ekawarna, dwitunggal, tridarma.

Catatan:
a. Jika bentuk di atas diikuti kata berhuruf awal besar, di antara kedua unsur itu diberi tanda hubung (-).

Misalnya:
non-Indonesia
pan-Afrikanisme

  1. Jika kata maha diikuti esa dan kata bukan kata dasar, gabungan itu ditulis terpisah.
    Tuhan Yang Maha Esa
    Tuhan Yang Maha Pengasih

 

Inisiasi beberapa pegiat komunitas di Makassar untuk sama-sama belajar menulis
Posted in Tips and tagged , , .

Kelas Kepo

Inisiasi beberapa pegiat komunitas di Makassar untuk sama-sama belajar menulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *